tentang clixsense ?

Clixsense adalah suatu web program periklanan atau yang biasa disebut PTC (Pay To Click) yang membayar siapa saja yang telah menjadi membernya, adapun apa saja yang dapat kita peroleh berupa bayaran adalah :

  1. meng klik iklan, member akan dibayar perklik iklan untuk member standart $ 0.001- $ 0.02 menampilkan kurang lebih 20 iklan perhari.
  2. Tasks, yaitu mengerjakan tugas-tugas yang telah disediakan dengan bayaran yang sudah ditentukan. caranya klik tasks dan login, bisa terkoneksi dengan facebook. kemudian pilih pekerjaan yang disediakan dan ikuti petunjuk dalam pengerjaannya.
  3. mengerjakan survey (opini) berupa pertanyaan – pertanyaan yang dihubungkan dengan web survey yang membayar bagi siapa saja yang mengerjakannya. salahsatu web survey yang terhubung adalah globaltestmarket
  4. Bermain games
  5. Referral, maengajak / mengundang orang untuk bergabung mendaftar clixsense. kemudian kita mendapat komisi profit dari setiap referral sebanyak 10 %
  6. untuk pembayaran dilakukan melalui : Payoneer, Skrill, Tango dan Payza

dan masih ada beberapa lagi yang bisa menghasilkan dollar dari web clixsense, untuk lebih jelasnya mending langsung berkunjung dan daftar di https://www.clixsense.com/?10462861 isi sesuai dengan data diri anda. untuk info lebih lanjut bisa nimbrung di forum-forum member clixsense, disitu banyak yang sharing mengenai tips dan pengalaman member. untuk member dibagi menjadi 2 bagian yaitu standar dan premium

NB : Clixsense, cocok buat anda yang suka berlama – lama browsing di depan PC…iseng-iseng berburu dollar 😛

silahkan daftar di  https://www.clixsense.com/?10462861

Advertisements
Posted in Informasi Teknologi | Leave a comment

Bidadari Bermata Biru

muslimah-300x150

Beberapa malam sebelum menjelang bulan Ramadhan. Saya bercengkrama dengan seorang kawan yang sebelumnya ia tampak gelisah dan murung entah apa yang sedang ia pikirkan. Saya pun duduk diteras rumah sambil membuka obrolan yang kebetulan sedang membahas sebuah buku yang saya pinjamkan mengenai kisah-kisah. Sesekali ia menghela nafas seperti hendak bercerita atau meminta pandangan namun entah malu atau canggung. Dan sayapun mulai memancing pembicaraan yang sengaja agar ia mau bercerita. Dan ternyata memang benar setelah selesai saya bercerita tentang beberapa kisah ia pun mulai berbicara…belum beberapa kata kawan berbicara saya pun memotong terlebih dahulu untuk menyiapkan teh hangat agar lebih mengisi cerita.

Dua gelas teh hangat disajikan dan saya mulai mempersilahkan melanjutkan cerita…dan ternyata memang benar ini tentang asmaranya yang tercabik-cabik keadaan…sambil menghela nafas dan mengucapkan kalimah tasbih ia bercerita.

Dengan nada awal yang pelan ia mulai menceritakan kisahnya yang nampaknya pilu…dan saya pun mulai menjadi pendengar bak sebuah buku yang dibacakan. Ia bercerita tentang gadis pujaan hatinya yang ia pun ada cenderung ingin meminangnya. sebut saja kawan ini bernama Arfan, ia merupakan salah seorang pemuda yang bekerja mengabdi di instansi pemerintahan. Sekarang menjadi pembimbing bagi adik-adik angkatannya di salah satu kampus yang memang tempatnya mencetak kader – kader yang akan menjadi mengelola pemerintahan.

Kisah awal pertemuannya dengan sang pujaan hati dikampusnya yang kebetulan memang junior dalam bimbingannya. Pagi hari yang memang menjadi rutinitas dikampusnya untuk melakukan apel pagi, Arfan mengkomandoi juniornya untuk bersiap – siap untuk melakukan apel. Di sela komando nya nampaklah seorang gadis jelita yang lalu disampingnya dengan menunduk dan senyum manisnya. Gadis itu bernama Aulia Azzahra yang sosoknya lemah lembut dan cerdas yang merupakan memang menjadi panutan bagi teman-teman se-angkatannya. Selain lemah lembut dan cerdas ia pun terkenal dengan ketaatannya dalam beribadah, selain ibadah wajib ibadah sunnah pun ia rutin dan konsisten dalam menjalaninya yang dalam pandangan Arfan memang salah satu kriteria wanita yang ia dambakan untuk menjadi pendampingnya kelak yaitu lemah lembut dan shalihah. Kriteria yang disarankan Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra yang berbunyi : Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.

Selama beberapa waktu ia mulai mengamati dan mencari tahu informasi tentang sosok gadis pujaannya yang ia tanamkan cinta dalam diam, karena baginya sangat tabu untuk bercengkrama dengan wanita yang bukan mahramnya. Karena sebelum Arfan duduk dibangku kuliah ia mengenyam pendidikan pesantren di daerahnya Nusa Tenggara Barat yang merupakan tanah kelahirannya. Bagi seorang santri yang di didik dengan nilai-nilai agama ia menggenggam nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-harinya. Arfan yang bercita-cita ingin belajar Ilmu Agama di Madinah untuk mendalami Ilmu Qur’an dan Hadits serta mengajarkannya kembali ke lingkungan pesantren yang dulu tempat ia belajar. Keinginannya sangat sederhana saja yaitu agar bermanfaat untuk orang-orang sekitarnya dengan ilmu yang ia peroleh. Walaupun saat ini ia mengabdi dipemerintahan yang karena memang permintaan Orang tuanya sebagai wujud bakti kepada mereka.

Dari hari kehari Arfan mulai diselimuti rasa cinta dan ketertarikannya kepada Aulia Azzahra. Informasi-informasi tentangnya pun ia selalu dapatkan dari teman-teman satu asramanya. Namun untuk mengimbangi perasaan cinta nya ia merutinkan menjalankan puasa sunnah guna mengendalikan perasaannya yang mulai bergejolak. Bayang – bayangnya pun mulai menghiasi pikirannya dan ia mulai bergumam bagaimana perasaan ini harus disampaikan dengan benar. Badar salah seorang kawan satu angkatan Arfan pun mulai menyarankan agar segera disampaikan perasaannya itu kepada Aulia.

Badar : Arfan, kenapa kau selalu nampak gelisah belakangan hari ini?

Arfan : Saya sedang bingung kawan…!

Badar : Ooooo…jangan-jangan kau sudah terjangkit demam cinta sama adik itu kah?hehehe…santailah kawan itu natural saja…semua orang (laki-laki) pasti tertanam rasa ketertarikan sama wanita…mau aku bantu sampaikan?

Arfan : ahhh kau ini…apalah yang kau mau bantu?

Badar : mudah saja…aku panggil saja dia kemari biar kau ajak ngobrol…lagian dia itu junior kita pastilah dia nurut perintah…dan beres kan

Arfan : tak boleh begitu badar…kita tak boleh mempergunakan kewenangan yang tidak pada porsinya…ini beda…dan entahlah akupun bingung apa yang harus aku lakukan…

Badar : kenapa kah harus bingung?ini tidak rumit

Arfan : Entahlah…memang dia beda dengan yang lainnya…

Badar : haha…wajar saja kau bilang beda…sebab kau jatuh cinta sama dia…

Arfan : sekarang aku tanya sama kau badar…apa yang kau nilai dari dia

Badar : hmmm…memang dia beda dari kawan-kawan yang lainnya…memang dia wanita yang pandai menjaga diri…tenanglah fan…nanti aku tanya sama teman-teman dekat nya

Arfan : Apa yang mau kau tanyakan??

Badar : hehe tenanglah kawan kau tinggal lihat hasilnya saja…mari kita makan siang waktu jam istirahat…

 

Setengah gelas teh hangat sudah membasahi kerongkongan yang udara malam mulai menyelimuti waktu…kisahpun mulai berlanjut dan saya mulai merasakan kisah yang mulai di jalan tengahnya.

Arfan kembali bercerita…waktu itu menjelang waktu ashar yang kumandang adzan mulai memanggil jiwa untuk segera menuju masjid di dalam pelataran kampus…air wudlu membasahi wajah dan mengikis rasa kegundahannya yang bingung entah harus bagaimana…

Usai shalat ashar arfan pun duduk diteras masjid kampus sambil merebahkan badan…lalu didengarnya panggilan…

Hai arfan…rupanya badar memanggil…dan badar duduk disamping arfan yang sedang merebahkan diri…

Badar : fan…semua sudah ku atur…

Arfan : apa maksudmu?

Badar : tenanglah kawan…kau ikuti saja, tapi tadi aku tanya ke teman-teman dekatnya…apa kau tau aku dapat informasi apa tentang dia??

Arfan : apa???

Arfan mulai bangkit dari rebahnya…dan penasaran info apa yang ia dapatkan dari badar…

Badar : haha…santailah kawan…aku tadi tanya ke temannya yang bernama Andini…rupanya Aulia pun diam-diam memperhatikanmu…

Arfan : maksudmu?? (dengan wajah senyum-senyum)

Badar : hehe…jangan GeEr dulu kau fan…tak banyak juga aku dapat info…karena memang mungkin Aulia tipikal wanita yang memang diam dan tak banyak bercerita…namun aku tadi jadi ternganga saja atas apa yang diceritakan oleh Andini…

Arfan : Apa yang membuatmu ternganga?? (mengkerutkan dahi)

Badar : kau tau fan…Aulia dijuluki oleh teman – temannya dengan julukan Bidadari Bermata Biru…kau tau kah maksud dari kata itu?

Arfan : Entahlah…!! (penasaran)

Badar : Bidadari Bermata Biru adalah Wanita lemah lembut…yang laki-laki pun akan terpesona karenanya…bukan karena fisiknya…namun akhlaknya…yang mampu menundukkan pandangan laki-laki…dan aku rasa memang benar adanya…

Arfan : hmmm…julukan yang indah namun…ya memang demikian itulah pesona yang aku dapatkan darinya…

Badar : Kawan segeralah ungkapkan…sebelum terlambat…!! dia sudah tingkat akhir sekarang…dan beberapa waktu lagi ia akan lulus dan kembali ke daerahnya untuk mengabdi dipemerintahan disana…aku sudah dapat nomor telponnya dan kau coba hubungi dia…karena kau tak mungkin berbicara tatap muka apalagi berdua…aku tau prinsip yang kau pegang

Dengan saran badar yang begitu memprovokasi…Arfan pun mulai memikirkannya…nomor telpon Aulia pun ia simpan di kontak HP nya…dan badar menyarankan untuk menghubungi malam setelah isya…karena waktu santai dan istirahat di asrama.

Jantungpun terasa berdegup dengan kencang…menunggu waktu yang disarankan untuk menghubungi tadi…mempersiapkan kata-kata apa yang hendak di sampaikan…

Setelah waktu sehabis isya berlalu…Arfan mulai memegang HandPhone nya…dan memandangi nomor Aulia yang hendak ia hubungi…dengan gelisah dan grogi…lalu badar berujar…

Badar : Fan kenapa kau pelototi hpnya…cepat kau telpon dia

Arfan : Iyaa…tapi…!!

Badar : Jangan kau pakai tapi…lekaslah kau telpon…agar mengurangi beban perasaanmu…dan ingat sebelum ia tertidur pulas…

Arfan : kira-kira diangkat gak ya?

Badar : sudahlah cepat kau telpon…jangan mengira-ngira

Arfan dengan gugup dan penuh grogi…ia menguatkan diri…dan memulai dengan Bismillah…

Nomor hp yang tadi ia pelototi akhirnya ia tekan tombol call…dan…tuuuttt…tuuuttt…tuuuttt

Telpon pun diangkat…terdengar suara yang lembut yang menghipnotis sejenak pikirannya…

Aulia : Assalamualaikum…hallo…Assalamualaikum…hallo

Arfan : Wa alaikum salam…ini sama Aulia?

Aulia : Iya…maaf ini dengan siapa dan ada keperluan apa?

Arfan : Ini sama Arfan…kak Arfan dik

Aulia : Oh…iya kenapa kak…ada perlu apa?

Arfan : Maaf dik…kakak ganggu ga ya?

Aulia : engga…emang ada keperluan apa kak?

Arfan : hmmm…kakak cuman pengen ngobrol aja…

Aulia : maaf kak…saya gak terbiasa ngobrol lama…kira-kira yang mau disampaikannya aja apa?

Arfan : (dengan nada gugup)…maaf dik..klo kakak gak sopan atau terlalu cepat menyampaikan…

Aulia : maksudnya apa kak?

Durasi waktu berbicara sudah mendekati 2 menit…namun masih belum ada kata-kata yang menjadi point untuk disampaikan

Arfan : hmmm…selama ini kakak memperhatikan adik…dan adik memang wanita yang Insya Allah Shalihah…dan…..(kata-kata mulai tersendat karena grogi)

Aulia : dan kenapa kak? (merasa kaget)

Arfan : kakak ada kecenderungan sama adik…dan berniat untuk Taaruf dan Khitbah kamu dik..bagaimana menurut adik…adik tinggal jawab jika berkenan…setidaknya kakak sudah menyampaikan maksud kakak.

Aulia : maaf kak arfan…adik menghargai apa yang kak arfan sampaikan…tapi adik tidak bisa menjawab sesuatu yang adik belum bisa memastikannya…karena masih dalam lingkungan kuliah dan pertanggung jawaban keluarga…adik hanya menyerahkan semua ketentuan sama Allah…dan semoga kakak tidak tersinggung dengan jawaban adik…maaf kak, adik mau istirahat dan semoga Rahmat Allah beserta kak Arfan dan adik menghargai sepenuhnya apa yang kakak…Wassalamualaikum kak arfan..

Arfan : Wa alaikum salam warahmatullah wa barakatuh

Durasi perbincangan pun 4 menit 30 detik…dan arfan pun mulai lega namun belum mendapat jawaban yang pasti…

Dan malam itu juga arfan menelpon ibunya di rumah…menyampaikan keinginannya untuk meminang seorang gadis ia dambakan…

Nomor ibu pun segera dihubungi…tuuuuttt….tuuuuttt

Ibu : Assalamualaikum…

Arfan : Wa alaikum salam…gimana kabar ibu, bapak dan adik-adik disana?

Arfan merupakan anak pertama dari ke 3 bersaudara

Ibu : Alhamdulillah sehat nak…gimana kabar kamu di sana sehat-sehat saja kah?

Arfan : Alhamdulillah baik bu…bu..arfan bicara sesuatu bu…!

Ibu : Apa yang mau kamu bicarakan nak?

Arfan : Arfan mau meminang gadis dan ingin segera menikah bu…

Ibu : (setengah kaget)…apa? siapa yang mau kau pinang dan orang mana?

Arfan : dia adik kelas arfan bu…insya Allah dia gadis yang shalihah dan dia satu daerah dengan kita bu…

Ibu : kalau ibu sih seneng kamu udah punya niatan untuk menikah…cuman kamu masih punya adik-adik yang mesti kamu bantu biayanya…sedangkan ibu sama bapak sudah pensiun dan butuh bantuan kamu nak sebagai kakak dari adik-adikmu…

Arfan : tapi bu…Arfan ingin menikah muda…dan Insya Allah biaya adik-adik arfan ikut memikirkannya…Arfan cuman minta restu ibu sama bapak aja

Ibu : Ibu bukannya tidak mau merestui kamu nak…tapi kamu harus banyak yang perlu dipikirkan…lagian kamu juga belum genap setahun bekerja…nanti ibu sama bapak bicarakan…kamu sehat-sehat disana ya…jaga ibadah kamu…salam dari bapak dan adik-adikmu disini…

Arfan : iya bu…sampaikan juga salam arfan buat bapak dan adik-adik…ya udah bu selamat istirahat aja…Wassalamualaikum…

Ibu : Wa alaikum salam.

Teh hangat dalam gelas pun mulai surut…Arfan mulai menghela nafas panjang…melanjutkan kisahnya yang saya rasa mulai sampai pada titik ia dilanda kegamangan…

Dua tahun sudah berlalu ia tetap meletakkan Aulia dalam cintanya…kecenderungannya pun semakin menguat…

Aulia pun sudah lulus dan ia ditempatkan langsung di instansi pemerintahan di daerahnya untuk mengabdi sebagai pegawai negeri. Sekian waktu yang berlalu…hati yang mulai cemas…dan benarlah kecemasan itu adanya.

Seteguk teh hangat pun surut dari gelasnya…dan saya rasa inilah titik kisahnya yang mulai terasa pilu…ia bercerita kepada saya…

Apa akang tau…kalau dia 3 hari lagi akan melangsungkan pernikahannya…!!

Hmmm…benarlah apa yang saya pikirkan…inilah yang membuat ia termenung…dan saya pun mulai bertanya…

Saya : terus bagaimana perasaanmu sekarang?

Arfan : saya ikhlas dan ridho…mungkin itu yang terbaik…dan memang calon suaminya merupakan orang yang Insya Allah Sholih…masa penantiannya cukup lama dibandingkan saya…saya hanya beberapa tahun saja untuk menanti…calon suaminya sudah 10 tahunan ia dalam masa penantian…yang kebetulan teman sekolahnya…

Saya : ya sudah kalau begitu doakan saja mereka agar menjadi sakinah mawadah dan wa rohmah

Arfan : Insya Allah…saya doakan…

Saya : sepertinya kamu masih ada sesuatu yang tertahan?

Arfan : hmmm…iya kadang-kadang saya menyesali…tapi apa daya…ketentuan sudah berlaku

Saya : ya sudahlah jika sudah ikhlas dan ridho apalagi yang harus disesali…sampaikan saja doa itu dan ucapkan selamat…coba kamu telpon dia…!!

Arfan : bagaimana mungkin saya harus telpon?

Saya : kenapa ga mungkin…wong cuman nelpon dan menyampaikan doa dan ucapan selamat…artinya kamu memang ikhlas dan ridho…yang pasti kesatria

Arfan : saya gugup kang…!!

Saya : kenapa harus gugup…telpon aja…klo gugup pake doa nabi musa (Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku].” (QS. Thoha: 25-28)…dan saya rasa kamu lebih tau dari saya mengenai hal ini…secara kamu kan nyantri hehe…

Arfan : Insya Allah saya coba kang…tapii…

Saya : jangan pake tapi…wong niatnya mendoakan dan ngucapin selamat ga salah kok…

Dan ke esokan harinya Arfan pun menelponnya dan mengucapkan doa dan selamat untuk pernikahan Aulia Azzahra.

Pagi buta sehabis shubuh Arfan dan adik-adik angkatan yang dalam bimbingannya pun kembali ke kampusnya karena waktu praktik lapangan sudah beres…sambil saya antar dengan sepeda motor menuju tempat bis jemputan di kecamatan dengan di iringi rintik hujan yang membawa aroma humus…dan setiap kehidupan itu ada kisahnya…setiap kisah ada hikmahnya…dan sepandai pandai orang adalah yang mampu mengambil hikmah itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

| Leave a comment

Mendekap Dalam Gelap

k948

Ada kisah dalam risalah nursi cahaya pertama : mengisahkan tentang Nabi Yunus AS yang digambarkan sebagai tokoh yang sangat tangguh keimanan dan ketauhidannya. Beliau ditantang dengan kondisi alam yang amat mencekam. Beliau tak gentar bersabar kesulitan hidup saat ditelan ikan yang perutnya gelap gulita. Kondisinya jauh lebih sulit dari penjara, karena tentu sirkulasi udara dan baunya sangat menyengat. Bahkan Nabi Yunus As menerima cobaan itu dengan tenang, sembari berdoa dengan penuh kesadaran betapa tak berdayanya manusia tanpa pertolongan Tuhan : “La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu min al-dzalimin”, sehingga ikan yang menelannya pun dengan izin-Nya berubah menjadi bagaikan kapal selam, bulan menjadi penerang, ombak menjadi pendorong untuk sampai ke pantai. Nabi Yunus AS pun tercerahkan dan mencerahkan kita semua.

*Location : Mangrove Field- North District (Kerta Sari)

| Leave a comment

Senja Hari

k954

Pada senja kita bercerita…pada senja kesadaran tergugah karena kisah-kisah. Kadang kesadaran tidak muncul dari diri sendiri tapi juga dari orang lain, itu gunanya kita saling mengingatkan dalam kebaikan.

| Leave a comment

Merenung

k955

Dalam gelap dan terangnya waktu terdapat pelajaran…

“Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” (Qs. Al-Furqaan:62)

Pernahkah sejenak kita berfikir atau merenungi tentang sebab kejadian??

Dalam Risalah Nur (Said Nursi) cahaya ke dua puluh satu, risalah ikhlas :

Bahwasannya merenungi makhluk merupakah salahsatu sarana mencapai keikhlasan.

| Leave a comment

–Refleksi–

k956

Sesekali waktu kita meski bercermin memandang diri sendiri…sudah rapihkah kita??

Bahasa cermin adalah bahasa kejujuran…sikap cermin adalah sikap kepantasan…

| Leave a comment

–Mengadu–

k959

Biarkan aku menjadi pendengar yang baik tentang kisahmu…

Mengadulah pada yang tepat…senyapkan saja tak perlu gaduh.

“Tinggikan kata-katamu, Bukan suaramu. Hujanlah yang tumbuhkan bebungaan, Bukan halilintar”. (Jalaluddin Rumi)

———————————————————————————————————-

Pernahkah kita merasa sendiri dalam keramaian?? tanpa seorangpun yang mau peduli??

ya…artinya kita dalam suatu kebimbangan…entah bimbang karena perasaan, cita-cita yang belum terwujud, mengalami kegagalan-kegagalan dalam berbagai hal atau sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata (weleh…menjerit tak bersuara hehe :P)…

Sssttt jangan bersedih hati…namanya kita hidup ya meski berproses…ini bagian dari proses kita…jangan mengelak dari suatu ketetapan…namun suatu perubahan tidak akan pernah didapat jika tanpa usaha dan daya.

lebih baik memantaskan diri saja…hanya kita sendiri yang dapat melakukan perubahan itu…orang lain hanya sebagai perantara saja…sepertinya sangat tidak pantas bagi orang-orang yang ingin menjadi besar jika memurungi hal yang kecil…

tidak pernah berputus asa terhadap Rahmat-NYA,

…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf :87)

yakinkan diri saja dan selalu berprasangka baik kepada Rabbul Alamin. sebagaimana dituang dalam hadits Qudsi :

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

mengadulah kepada yang pantas untuk menjadi tempat pengaduan…

Dalam Risalah Nur (Bediuzzaman Said Nursi) Kalimat ke duapuluh tiga poin ke lima disebutkan :

“Sebagaimana iman menuntut doa sebagai sarana dan perantara antara mukmin dan Rabb, serta sebagaimana fitrah manusia menginginkan doa, maka Allah juga menteru manusia dengan perintah yang sama”.

kadang apa yang kita harap tidak seindah apa yang kita impikan…namun itulah proses

ada satu catatan yang saya ambil dari blognya mas aan.setyawan di salah satu postingannya yaitu : “Maka sesungguhnya hanya keikhlasan sebagai jalan untuk menenangkan jiwa dari segala liku-liku cinta di dunia.”

Posted in Jeprat - Jepret | Leave a comment